Showing posts with label Balita dan Anak. Show all posts
Showing posts with label Balita dan Anak. Show all posts

Tuesday, January 5, 2016

Cara Memasak Sehat Untuk Balita

Cara Memasak Sehat Untuk Balita

Cara Memasak Sehat Untuk Balita-Makanan untuk balita harus mengandung protein, karbohirat, air, mineral, dan trace elements agar status gizi balita selalu dalam kategori baik. Energi untuk metabolisme dihitung dalam kilo kalori (kkal) berasal dari protein (4 kkal/gr), karbohidrat (4 kkal/gr) dan lemak (9 kkal/gr). Distribusi kalori pada makanan harus seimbang, 7 % - 15 % dari protein, 30 % – 35 % dari lemak, dan 40 % – 50 % dari karbohidrat. Jumlah, jenis, dan jadwal pemberian makan yang baik pada balita harus sesuai usia. Ketiga hal tersebut harus terpenuhi, bukan hanya mengutamakan jenis makanannya dan melupakan jumlahnya atau sebaliknya memberikan jumlah yang cukup tetapi jenisnya tidak sesuai untuk anak. Pada awal usia 1 tahun, gigi anak sudah mulai tumbuh sampai usia dua setengah tahun sehingga anak dapat mengunyah lebih baik lagi. Berilah makanan yang teksturnya lembut, potongannya kecil, dan mempunyai bentuk yang menarik serta harus bervariasi bahan makanannya.

Balita merupakan konsumen pasif, yaitu makanan yang dimakan anak tergantung pada apa yang disediakan ibu sehingga peranan ibu dalam menentukan menu makanan yang bergizi lengkap dan seimbang sangat besar. Pada usia ini, rasa ingin tahu anak juga sangat tinggi sehingga ibu memiliki kesempatan untuk memperkenalkan berbagai jenis makanan yang beraneka ragam dalam rasa, warna dan tekstur sedini mungkin. Pola pemberian makan seperti ini karena bayi baru memulai mengenal makanan atau dengan kata lain bayi mulai disapih dan penyapihan ini dilakukan oleh ibu karena berbagai sebab.

Ada beberapa hal yang dapat menghidupkan gairah makan anak. Anak akan senang jika makan bersama keluarga di meja makan dan sebaiknya orang tua jangan terlalu banyak melarang. Mulailah libatkan anak dalam membuat jus buah. 

Pengolahan bahan makanan merupakan suatu kegiatan mengubah (memasak) bahan makanan mentah menjadi makanan yang siap dimakan, berkualitas, dan aman untuk dikonsumsi. Tujuan dari pengolahan makanan yaitu : mengurangi resiko kehilangan zat-zat gizi bahan makanan, meningkatkan nilai cerna, meningkatkan dan mempertahankan warna, rasa, keempukan, dan penampilan makanan, bebas dari organisme dan zat yang berbahaya untuk tubuh. Adapun prasyarat pengolahan makanan yaitu : tersedianya siklus menu, tersedianya peraturan pengguna bahan tambahan pangan (BTP), tersedianya bahan makanan yang akan diolah, tersedianya peralatan pengolahan bahan makanan, tersedianya aturan penilaian, tersedianya prosedur tetap pengolahan.

Konstribusi suatu jenis makanan terhadap kandungan vitamin makanan sehari-hari bergantung pada jumlah vitamin yang semula terdapat dalam makanan terebut, jumlah yang rusak pada saat panen atau penyembelihan, penyimpanan, pemrosesan, dan pemasakan. Pada saat panen dan penyimpanan sejumlah vitamin akan hilang, bergantung pada suhu, penyikapan terhadap udara dan matahari, semakin lama disimpan akan semakin banyak vitamin yang hilang. Kehilangan vitamin dalam pemasakan dapat dicegah dengan cara : menggunakan suhu tidak terlalu tinggi, waktu memasak tidak terlalu lama, mengunakan air pemasak sesedikit mungkin, memotong dengan pisau tajam menjadi potongan tidak terlalu halus, panci memasak ditutup, tidak menggunakan alkali dalam pemasakan, sisa air rebusan digunakan untuk masakan lain. Dalam bentuk sayuran sebaiknya sebagian dimakan dalam bentuk segar dan mentah.

Monday, January 4, 2016

8 Alasan Ibu Harus Menyapih Bayinya

8 Alasan Ibu Harus Menyapih Bayinya- Banyak faktor yang menyebabkan masyarakat tidak memberikan ASI / penyapihan sebelum usia bayi 2 tahun. Faktor yang menyebabkan dilakukan penyapihan secara dini bisa berasal dari dalam diri orang itu sendiri. Faktor pribadi yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang diantaranya adalah pengetahuan, sikap, nilai, kepercayaan dan keyakinan.
8 Alasan Ibu Harus menyapih bayinya

Perilaku kesehatan hakikatnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan tindakan atau kegiatan ibu dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan balitanya. Sikap kerap kali mengarah pada perilaku tetapi sebaliknya perilaku sering mengarah pada sikap yang cocok/sesuai dengan perilaku tersebut. 
Faktor-faktor yang mempengaruhi seorang ibu melakukan penyapihan lebih awal atau lebih dini diantaranya adalah : 
Perubahan sosial budaya
Perubahan sosial budaya yang dapat mempengaruhi ibu melakukan penyapihan ASI lebih dini diantarany adalah karena kesibukan ibu dalam kegiatannya sehari-hari (misalnya : ibu adalah seorang pekerja), dan meniru teman, tetangga, atau orang terkemuka yang memberikan susu botol

Faktor psikologi
Terdapat 2 faktor psikologi yang membuat seorang ibu melakukan penyapihan ASI kepada bayinya lebih dini. Dua faktor psikologis tersebut diantaranya karena takut kehilangan daya tarik sebagai wanita dan faktor kedua adalah tekanan batin

Faktor fisik ibu
Faktor fisik ibu juga dapat berpengaruh ibu untuk melakukan penyapihan ASI lebih dini, faktor fisik ibu tersebut misalnya saja karena ibu sakit

Faktor tenaga kesehatan 
Selain faktor dari internal ibu itu sendiri, penyapihan ASI lebih dini juga dapat disebabkan oleh faktor tenaga kesehatan. Faktor tenaga kesehatan diantaranya adalah kurangnya peran petugas dalam memberikan informasi kepada ibu dan masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI secara eksklusif dan juga penerangan yang kurang tepat dari tenaga kesehatan kepada ibu tentang kapan waktu penyapihan.

Gangguan penyusuan 
Suatu hubungan sebab akibat antara pengenalan atau pemberian makanan tambahan yang dini dan penghentian penyusuan, jika makanan diberikan sebelum bayi menyusu, maka ASI akan sulit dihentikan karena bayi sudah kenyang.  

Beban ginjal yang berlebihan
Makanan padat, baik dibuat sendiri ataupun buatan pabrik, cenderung mengandung NaCl tinggi yang akan menambah beban bagi ginjal. Beban tersebut masih ditambah oleh makanan yang mengandung daging (Hiperosmolitas). Penyebab haus dan oleh karena itu menyebabkan penerimaan susu dan energi yang berlebihan. 

Alergi terhadap makanan
Belum matangnya sistem kekebalan dari usus pada umur yang dini dapat menyebabkan banyak terjadinya alergi terhadap makanan pada masa kecil. Alergi pada susu sapi dapat terjadi sebanyak 7, 5% dan telah diingatkan bahwa alergi terhadap makanan lain seperti jeruk, tomat, ikan, telur, serelia, bahkan mungkin sering terjadi. 

Gangguan pengaturan selera makan
Makanan padat dianggap sebagai penyebab kegemukan pada bayi. Selera makan atau minum bayi menurun mungkin karena ASI nya sedikit dan ibu tidak menyadarinya atau susu kalengnya tidak disukai sehingga minumnya habis. 

Akibat tingginya solute load sehingga dapat menimbulkan hyperosmolality
Mungkin saja dalam makanan padat yang dipasarkan terdapat zat warna atau pengawet yang tidak diinginkan.  Seimbang dengan kebutuhan gizi merupakan sebab utama terjadinya gizi buruk pada usia muda.

Namun terlepas dari itu semua jika ibu ingin melakukan penyapihan ASI lebih dini atau lebih awal maka sebaiknya ibu mengetahui terlebih dahulu Cara menyapih ASI Agar Bayi Tidak Rewel dan ibu juga harus memahami serta berpikir lebih dalam lagi mengenai Keuntungan dan Kerugian Penyapihan ASI 

Beberapa Keuntungan dan Kerugian Menyapih Bayi

Beberapa Keuntungan dan kerugian menyapih bayi, menyapih bayi, keuntungan menyapih bayi, kerugian menyapih bayi, akibat menyapih bayi, kondisi kesehatan bayi yang disapih, beberapa keuntungan, beberapa kerugian

Keuntungan dan Kerugian Menyapih Bayi-Beberapa keuntungan dan kerugian dari penyapihan lebih awal pada bayi diantaranya adalah sebagai berikut :
Keuntungan 
Kadang ibu mendapatkan kenikmatan dari menyusi, misalnya : menyanyi, bercerita  bahkan ke taman. Dengan menyapih,  ibu akan mempunyai aktivitas lain untuk menstimulasi  anak. Kemungkinan resiko saling tergantung, lebih lambat menyapihnya akan menciptakan ketergantungan ibu dan anak serta sebaliknya,  tetapi yang perlu dipikirkan terlalu lama menyapih akan membuat anak sulit melepaskan diri yang menghambat kemajuan perkembangannya. Dengan begitu akan mengesampingkan ayah sehingga  sulit membina relasi anak dan ayah. Namun agar manfaat positif dari penyapihan dini ini bisa didapatkan ibu maka ibu dan keluarga pun harus memahami terlebih dahulu Cara menyapih ASI Agar Bayi Tidak Rewel

Kerugian 
Bayi akan kehilangan makanan terbaiknya, yakni ASI yang tidak dapat disamai oleh PASI ( pengganti ASI), meningkatkan resiko gejala pernapasan pada bayi, meningkatkan resiko obesitas atau kegemukan pada bayi

Cara Menyapih Agar Bayi Tidak Rewel

Cara Menyapih Agar Bayi Tidak Rewel-Penyapihan merupakan dilakukannya pengurangan secara berangsur-angsur pemberian ASI, sedangkan makanan tambahan secara bertingkat ditambah sehingga akhirnya ASI dihentikan dan bayi mendapat makanan dewasa pada umur 2 tahun.  Penyapihan juga bisa disebut dengan suatu perubahan progresif pemberian makanan pada bayi dari yang semula mendapat ASI sebagai satu-satunya sumber makanan menuju kepada suatau jenis makanan sehari-hari keluarga.
cara menyapih agar bayi tidak rewel, cara menyapih, bayi tidak rewel saat disapih, menyapih dengan cara bertahap,

Menyapih ASI oleh ibu kepada bayinya dilakukan karena berbagai sebab sehingga sebab-sebab tersebut pada akhirnya ibu menentukan pilihan untuk melakukan penyapihan dini. Namun untuk melakukan penyapihan ASI lebih awal maka sebaiknya ibu menimbang-timbang terlebih dahulu mengapa ibu harus menyapih bayinya sehingga alasan-alasan yang menjadi pertimbangan ibu dalam menyapih bayi tersebut masuk di akal dan memang harus dilakukan.

Ketika ibu menyapih bayinya maka akan terjadi proses perpindahan yang progresif dari bayi yang semula mendapat ASI yang mendapat makanan seperti anggota keluarga lainnya (makanan dewasa). Penyapihan juga bisa disebut dengan proses pematangan. Anak yang puas dalam kehidupannya, saat disapih akan siap menghadapi tahap kehidupan selanjutnya.

Proses penyapihan pada bayi dipersiapkan secara berangsur-angsur sehingga pada waktunya, anak sudah siap dan sudah terbiasa dengan makanan tambahan selain ASI. Usaha penyapihan itu dimulai pada saat anak mencapai usia sembilan bulan, anak sudah dikenalkan dengan makanan sapihan. 

Pada bayi yang menerima ASI selama masa persiapan penyapihan, frekuensi menyusu dikurangi secara berangsur-angsur sampai pada akhirnya anak disusui hanya pada waktu bangun pagi dan menjelang tidur malam hari. Hendaknya para ibu berusaha melakukan penyapihan dengan penuh sabar. Penyapihan yang dipaksakan akan menyebabkan terhentinya secara paksa kontak fisik antara anak dan ibu. 

Pada usia 2 tahun bayi mulai disapih. Agar tidak menyakiti bayi, seminggu sebelum disapih sebaiknya bayi menyusui satu kali saja, misalnya hanya waktu malam hari menetek, sedang paginya hanya diberi susu sapi satu gelas. Untuk mengetahui bayi cukup makan atau tidak, sebaiknya bayi ditimbang dalam waktu tertentu. Bila kenaikan berat badan bayi sesuai dengan bertambahnya umur, berarti makanan bayi sudah cukup. Setelah itu bayi disapih makananya yang terdiri dari makanan balita. Namun sebelum ibu melakukan penyapihan ASI maka ada baiknya ibu memahami terlebih dahulu mengenai Keuntungan dan Kerugian Menyapih ASI.

Pada setiap bayi sehat dalam seminggu pertama selalu terdapat susut berat badan bayi, tetapi susutnya tidak boleh melebihi 10% dari berat waktu lahir. Akhir minggu kedua biasanya berta badan bayi telah sama dengan berat badan waktu lahir. 

Hubungan kasih sayang antara ibu dan bayinya mulai sejak dalam kandungan yang kemudian berlanjut setelah bayi lahir melalui penyusuan. Salah satu manfaat menyusui adalah menciptakan bonding (ikatan batin) antara ibu dan anak. Banyak ibu-ibu yang salah pemahaman yaitu bahwa berhenti menyusu berarti memutuskan hubungan tali kasih sayang antara bayi dan ibu, karena kontak fisik antar ibu dan anak semakin melemah. 

Bayi akan beralih dari makanan berupa ASI yang hampir-hampir bebas dari setiap kemungkinan kontaminasi ke makanan biasa, perlindungan tubuh terhadap infeksi yang didapat dari sifat anti infeksi dari ASI akan hilang. Makanan yang disiapkan sebagai makanan sapihan adalah makanan yang sangat terbuka akan berbagai kemungkinan kontaminasi, baik waktu membuatnya, maupun waktu menyimpannya ini berarti penyapihan akan diikuti oleh meningkatnya kemungkinan terjadi infeksi terutama infeksi saluran pencernaan. 

Membuat makan menjadi sarana merupakan salah satu cara memutuskan rangkaian masalah makan pada anak. Selain membuat lingkungan yang menyenangkan. Sambil menyuapi, ibu bisa bercerita tentang bahan atau lauk pauk yang sedang dimakan anak. Bayam dan pepaya, atau wortel yang bisa menjernihkan mata. 

Friday, January 1, 2016

3 Macam-macam Jenis Jerawat

3 macam-macam jenis jerawat, 3 macam jerawat, 3 jenis jerawat, macam jerawat, jenis jerawat, jerawat ringan, jerawat sedang, jerawat berat

Jenis-jenis Jerawat-Jerawat adalah penyakit yang terjadi karena adanya proses peradangan dari kelenjar minyak yang terdapat pada kulit. Peradangan ini bisa disebabkan oleh adanya penyumbatan dari kelenjar minyak, produksi kelenjar minyak yang berlebih serta ada infeksi dari kuman tertentu. Jerawat biasanya timbul di daerah kulit yang banyak mengandung kelenjar minyak misalnya di wajah kita terutama di daerah pipi, dahu, dagu, daerah hidung. Namun jerawat juga bukan tidak mungkin timbul dibagian tubuh lain anda, karena jerawat juga pada dasarnya dapat timbul di daerah leher, bahkan punggung serta di daerah dada kita. Jerawat kadang membuat kita kurang percaya diri padahal mengobati jerawat dengan sedikit biaya dan cara sederhana merupakan salah satu cara cantik tanpa biaya.

Jerawat yang tumbuh dapat disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya makanan, kurang tidur,lelah, stress, dan lain sebagainya, oleh karena itu penting kita mempunyai pengetahuan tentang masalah-masalah tersebut. Jerawat itu sendiri berdasarkan jenisnya ada beberapa macam, dan banyak orang tidak tahu tentang jenis jerawat itu. Maka pada kesempatan kali ini, blog tanya ahli akan membuat satu artikel yang membahas tentang jenis-jenis jerawat.

Jenis-jenis jerawat bisa diklasifikasikan atau dibagi ke beberapa jenis, yaitu :
Jerawat ringan
Jerawat jenis ini biasanya ada di wajah, seperti kita sering mengalami jerawat tipe ini. Jerawat ringan dapat diobati dengan obat jerawat yang bisa dibeli di apotek atau toko obat.

Jerawat sedang
Jumlahnya sekitar 20 sampai 60 buah, berukuran kecil dan sedang. biasanya jerawat jenis ini tumbuh di wajah, punggung dan dada. Jerawat sedang ini terkadang memerlukan bantuan perawatan dari dokter.

Jerawat berat
Jerawat jenis ini sangat jarang dan harus diobati ke dokter spesial kulit. Di bawah lapisan epidermis terdapat lapisan dermis(kulit jangat), sementara lapisan terbawah berisi lemak. Didalam kulit juga terdapat kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Kulit juga memproduksi air yang akan menjaga kelembaban kulit.

Cara Merawat Gigi Yang Sehat dan Bersih

Cara Merawat Gigi Yang Sehat Dan Bersih-Perawatan kebersihan gigi dan mulut seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya keadaan lingkungan, aktivitas, maupun keadaan psikologi. Aktivitas yang tidak terlalu melelahkan kadang berpengaruh terhadap keadaan psikologis seseorang. Seseorang yang badannya masih segar akan melakukan suatu aktivitas untuk menjaga kesehatannya. Sebagai contoh, orang yang tidak terlalu lelah dalam bekerja akan menjaga kebersihan gigi dan mulut mereka karena menjaga kebersihan gigi dan mulut ini sering dianggap sebagai aktivitas untuk mengisi waktu luang setelah melakukan rutinitas.
cara merawat gigi yang sehat dan bersih, cara merawat gigi, merawat gigi yang bersih, merawat gigi yang sehat, merawat gigi anak

Gigi dan mulut yang tidak bersih pada penderita karies gigi akan menimbulkan karies gigi dan kemudian bisa juga menyebabkan abses gigi.  Abses gigi atau gigi bernanah sebenarnya adalah komplikasi kepada karies gigi. Ia juga boleh berlaku akibat trauma terhadap gigi (misalnya apabila gigi patah atau hancur). Enamel yang terbuka (berlubang) membenarkan kemasukan bakteria yang akan menjangkiti bahagian tengah (pulpa) gigi. Jangkitan boleh merebak dari akar gigi hingga ke tulang yang menyokong gigi. Jangkitan menyebabkan berlakunya pengumpulan nanah (terdiri daripada tisu yang mati, bakteria yang telah mati atau masih hidup dan sel darah putih) dan pembengkakan tisu dalam gigi. Ini menyebabkan sakit gigi. Jika struktur akar gigi mati, sakit gigi mungkin hilang, tetapi jangkitan kekal aktif dan terus merebak dan memusnahkan tisu. 
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut. Hal-hal dasar yang harus diperhatikan dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut yaitu :
Memilih sikat gigi
Untuk menggosok gigi, lazimnya dpakai sebuah sikat gigi. Tetapi hal ini tentu tergantung dari kemampuan setiap keluarga. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih sikat gigi, antara lain : Sikat gigi dengan tangkai yang lurus dan mudah dipegang, Kepala sikat gigi harus yang kecil, Bulu sikat gigi harus sama panjangnya sehingga membentuk permukaan yang datar

Cara menggosok gigi 
Cara menggosok yang dianjurkan adalah cara menggosok gigi dengan gerakan-gerakan yang pendek, yaitu : menggosok gigi berulang-ulang pada satu tempat dahulu, sebelum pindah ke tempat yang lain.

Pasta Gigi 
Pada masa lalu pasta gigi yang digunakan bersama-sama dengan sikat gigi hanya bersifat sebagai alat kosmetik dan alasan sosial saja. Walaupun demikian, dalam 30 tahun terakhir ini bahan-bahan pencegahan seperti flour, antibiotik, senyawaan ammonium dan penghambat enzim ditambahkan kedalamnya untuk menghambat timbulnya karies. 
Susunan dasar kebanyakan pasta gigi umumnya sama. Bubuk pasta gigi berisi bahan yang abrasif, pembersih, bahan penambah rasa dan pewarna serta pemanis. Disamping mengandung juga bahan pengikat, pelembab, pengawet dan air. Kegunaan macam-macam isi pasta gigi adalah sebagai berikut : Bahan perbersih dan penghalus (20 40 %), Detergen (1 – 2%), Bahan pengikat (1 – 5%), Bahan pelembab (10 – 30%), Bahan penyedap dan pemanis (1 – 5%), Bahan pengawet (0,05 – 0,5%), Bahan pewarna, Flour, dan Bahan desensitisasi. 
Perawatan gigi yang baik akan memberikan dampak positif bagi kesehatan gigi dan mulut. Dengan perawatan gigi dan mulut yang baik maka kesehatan gigi dan mulut akan selalu terjaga dan sehat. Penderita karies gigi harus lebih memperhatikan perawatan gigi dan mulut mereka agar tidak timbul dampak lain yang diakibatkan dari kurangnya perawatan gigi dan mulut. Penderita karies gigi harus selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut mereka agar tetap bersih karena kebersihan gigi dan mulut pada penderita karies gigi akan mengurangi resiko terhadap terjadinya abses gigi. Sedangkan pada pasien yang memiliki gigi dan mulut yang tidak bersih pada penderita karies gigi akan berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut penderita. Gigi dan mulut yang tidak bersih pada penderita karies gigi akan menimbulkan penyakit abses gigi.  
Abses gigi atau gigi bernanah sebenarnya adalah komplikasi kepada karies gigi. Ia juga boleh berlaku akibat trauma terhadap gigi (misalnya apabila gigi patah atau hancur). Enamel yang terbuka (berlubang) membenarkan kemasukan bakteria yang akan menjangkiti bahagian tengah (pulpa) gigi. Jangkitan boleh merebak dari akar gigi hingga ke tulang yang menyokong gigi. Jangkitan menyebabkan berlakunya pengumpulan nanah (terdiri daripada tisu yang mati, bakteria yang telah mati atau masih hidup dan sel darah putih) dan pembengkakan tisu dalam gigi. Ini menyebabkan sakit gigi. Jika struktur akar gigi mati, sakit gigi mungkin hilang, tetapi jangkitan kekal aktif dan terus merebak dan memusnahkan tisu. 

Cara Mencegah Abses Gigi

Cara Mencegah Abses Gigi-Abses gigi merupakan pengumpulan bahan-bahan yang dijangkiti (nanah) berpunca dari jangkitan bakteria di bahagian tengah (pulpa) gigi. Abses gigi ini pula awalnya penderita mengalami karies gigi.
cara mencegah abses gigi, cara mencegah abses, mencegah abses gigi, abses gigi, gigi abses

Abses gigi atau gigi bernanah sebenarnya adalah komplikasi kepada karies gigi. Ia juga boleh berlaku akibat trauma terhadap gigi (misalnya apabila gigi patah atau hancur). Enamel yang terbuka (berlubang) membenarkan kemasukan bakteria yang akan menjangkiti bahagian tengah (pulpa) gigi. Jangkitan boleh merebak dari akar gigi hingga ke tulang yang menyokong gigi.

Jangkitan menyebabkan berlakunya pengumpulan nanah (terdiri daripada tisu yang mati, bakteria yang telah mati atau masih hidup dan sel darah putih) dan pembengkakan tisu dalam gigi. Ini menyebabkan sakit gigi. Jika struktur akar gigi mati, sakit gigi mungkin hilang, tetapi jangkitan kekal aktif dan terus merebak dan memusnahkan tisu. 

Karies gigi dapat menjadi abses gigi dikarenakan beberapa faktor penyebab, diantaranya ketidakpatuhan penderita dalam meminum obat sakit gigi, kebersihan gigi dan mulut yang kurang, tidak teratur melakukan pemeriksaan gigi ke petugas kesehatan.

Adapun gejala-gejala yang muncul pada penyakit abses gigi adalah sebagai berikut :
1) Sakit gigi. 
2) Sakit gigi yang teruk dan berterusan. 
3) Sakit yang berdenyut-denyut. 
4) Sakit ketika mengunyah. 
5) Gigi terasa sensitif kepada air sejuk atau panas. 
6) Rasa pahit di dalam mulut. 
7) Nafas berbau busuk. 
8) Mungkin demam. 
9) Kelenjar leher bengkak. 
10) Rasa tidak selesa, tidak sihat atau tidak tenang. 
11) Bahagian rahang bengkak (sangat serius).

Untuk mencegah dan menanggulangi kejadian abses gigi maka kita sebaiknya kita melakukan beberapa hal diantaranya yaitu :
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan sendiri 
a) Untuk meredakan kesakitan, ambil ubat penahan sakit. 
b) Jangan meletakkan serbuk aspirin di atas gigi. Aspirin akan menghancurkan gusi dan memusnahkan enamel gigi. 
c) Jangan minum minuman yang terlalu panas atau sejuk. 
d) Jangan mengunyah gula. 
e) Hindari makanan yang manis, pedas dan berempah. Diet dalam bentuk cair mungkin perlu untuk 1 atau 2 hari hingga rasa sakit hilang. 
f) Berkumur dengan air garam setiap satu jam. 

Melakukan Perawatan 
Tujuan utama perawatan adalah untuk menyingkirkan jangkitan, mengekalkan gigi dan mencegah komplikasi. Antibiotik boleh diberi untuk melawan jangkitan. Berkumur dengan air garam dapat menghilangkan rasa sakit.
Perawatan gigi seharusnya dapat dilakukan sebelum penderita mengalami abses gigi, sehingga penderita juga harus mengetahui tentang cara merawat gigi yang bersih dan sehat.

Demikian artikel tentang Cara Mencegah Penyakit Abses Gigi yang dapat blog tanya ahli berikan pada kesempatan posting kali ini. Semoga setelah membaca artikel dari blog tanya ahli kali ini maka pengunjung bisa melaksanakan Cara Mencegah Penyakit Abses Gigi sehingga kondisi gigi para pengunjung dapat sehat dan bersih.

Cara Mencegah Gigi Karies

cara mencegah gigi karies, gigi, gigi karies, cara mencegah karies, karies gigi pada anak, anak dengan karies gigi

Cara Mencegah Gigi Karies-Karies gigi merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentil dan sementum, yanmg disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan. Tandanya adalah adanya demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan bahan organiknya. Akibatnya, terjadi invasi bakteri dan kematian pulpa serta penyebaran infeksinya ke jaringan peripeks yang dapat menyebabkan nyeri. Beberapa jenis karbohidrat makanan misalnya sukrosa dan glukosa, dapat diragikan oleh bakteri tertentu dan membentuk asam sehingga pH plak akan menurun sampai di bawah 5 dalam tempo 1 – 3 menit. 

Karies dapat diklasifikasikan berdasarkan daerah anatomis tempat karies itu timbul. Dengan demikian lesi bisa dimulai pada pit dan fisur atau pada permukaan halus. Lesi permukaan, harus dimulai pada email atau sementum dan dentin akar yang terbuka (karies akar). Kemungkinan lain karies bisa timbul pada tepian restorasi. Ini disebut karies rekueren atau karies sekunder.

Karies bisa juga digolongkan berdasarkan keparahan atau kecepatan berkembangnya gigi dan permukaan gigi yang terkena bisa berbeda-berbeda bergantung pada keparahan karies yang dihadapi. 

Banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi terjadinya karies gigi pada manusia adalah :
Keturunan 
Dari suatu penelitian terhadap 12 pasang orang tua dengan keadaan gigi yang baik, terlihat bahwa anak-anak dari 11 pasang orang tua memiliki keadaan gigi yang cukup baik.
Di samping itu dari 46 pasang orang tua dengan prosentase karies yang tinggi, hanya 1  pasang yang memiliki anak dengan gigi yang baik, 5 pasang dengan prosentasi karies sedang, selebihnya 40 pasang lagi dengan prosentase karies yang tinggi.

Ras
Keadaan tulang rahang sesuatu ras bangsa berhubungan dengan prosentase karies yang semakin meningkat.
Misalnya pada ras tertentu dengan rahang yang sempit, sehingga gigi-gigi pada rahang sering tumbuh tidak teratur, tentu dengan keadaan gigi yang tidak teratur ini akan mempersukar pembersihan gigi, dan ini akan mempertinggi prosentase karies pada ras tertentu.

Jenis Kelamin 
Dari pengamatan yang dilakukan oleh Milhahn-Turkeheim didapat bahwa prosentase gigi pada wanit adalah lebih tinggi dibanding dengan pria. Prosentase karies molar kiri lebih tinggi dibanding dengan molar kanan, karena faktor pengunyahan dan pembersihan dari masing-masing bagian gigi.

Umur 
Sepanjang hidup dikenal 3 fase umur dilihat dari sudut gigi geligi.
a) Periode gigi campuran, disini molar 1 paling sering terkena karies
b) Periode pubertas (remaja) umur antara 14 – 20 tahun. Pada masa pubertas terjadi perubahan hormonal yang dapat menimbulkan pembengkakan gusi, sehingga kebersihan mulut menjadi kurang terjaga. Hal inilah yang menyebabkan prosentase karies lebih tinggi.
c) Umur antara 40 – 50 tahun, pada umur ini sudah terjadi retraksi atau menurunnya gusi dan papil sehingga sisa-sisa makanan sering lebih sukar dibersihkan.

Makanan 
Makanan sangat berpengaruh terhadap gigi dan mulut, pengaruh ini dapat dibagi menjadi 2, yaitu isi dari makanan yang menghasilkan energi dan fungsi mekanisme dari makanan yang dimakan.

Unsur kimia 
Unsur kimia yang mempunyai pengaruh terhadap karies gigi adalah flour.

Air ludah 
Dalam setiap ml air ludah dijumpai 10 – 200 juta bakteri.

Plak
Plak terbentuk dari campuran antara bahan-bahan air ludah dengan sisa-sisa makanan serta bakteri. Plak ini mula-mula terbentuk agar cair, yang lama kelamaan menjadi kelat, tempat bertumbuhnya bakteri.

Adapun Mencegah terjadinya gigi yang karies merupakan hal yang perlu dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. Terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh ibu untuk mencegah terjadinya karies gigi diantaranya adalah dengan :
Hilangkan Substrat Karbohidrat
Tidak perlu menghilangkan secara total karbohidrat dari makanan, yang diperlukan hanyalah mengurangi frekwensi gula dan membatasinya pada saat makan saja, hal ini dianggap cara pencegahan yang paling efektif.

Tingkatkan Ketahanan Gigi
Email dan detin yang terbuka dapat dibuat lebih resisten terhadap karies yang memaparkannya flours secara tepat.

Hilangkan Plak Bakteri
Secara teoritis permukaan gigi yag bebas Plak tidak akan menjadi karies, tetapi menghilangkan total Plak secara teratur bukanlah pekerjaan mudah, untungnya tidak semua kuman dalam Plak mampu meragikan gula sehingga tidaklah mustahil untuk mencegah karies dengan jalan mengurangi kuman yang kariogeniknya saja.

Silahkan baca juga artikel yang terkait tentang masalah kesehatan gigi
Cara merawat gigi yang bersih dan sehat
Cara mencegah abses gigi

Perilaku Seks Yang Harus Diwaspadai

perilaku seks yang harus diwaspadai, Perilaku seks, mewaspadai perilaku seks, seks bebas, perilaku seks menyimpang, perilaku seks pada remaja, perilaku seks dengan bukan pasangan

Perilaku seks yang harus diwaspadai-Perilaku seseorang terkadang tidak sesuai dengan norma yang telah ada di masyarakat, perilaku tersebut disebut sebagai perilaku menyimpang. Terkadang perilaku manusia berbeda dengan norma-norma yang berlaku dan manusia terlalu jauh melakukan perilaku dari yang seharusnya, salah satu perilaku yang terkadang menyimpang dari norma yang telah ada adalah perilaku seksual. Perilaku seksual merupakan perilaku yang muncul karena adanya dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku.

Perilaku seksual yang sehat dan dianggap normal adalah cara heteroseksual, vaginal, dan dilakukan suka sama suka. Sedangkan yang tidak normal (menyimpang) antara lain : sodomi, homoseksual. 

Selama ini perilaku seksual sering disederhanakan sebagai hubungan seksual berupa penetrasi dan ejakulasi. Perilaku seksual secara rinci dapat berupa : 
Berfantasi
Merupakan perilaku membayangkan dan mengimajinasikan aktivitas seksual yang bertujuan untuk menimbulkan perasaan erotisme.
Pegangan tangan 
Aktivitas ini tidak terlalu menimbulkan rangsangan seksual yang kuat namun biasanya muncul keinginan untuk mencoba aktivitas yang lain.
Cium kering
Berupa sentuhan pipi dengan pipi atau pipi dengan bibir.
Cium basah 
Berupa sentuhan bibir ke bibir.
Meraba
Merupakan kegiatan bagian-bagian sensitif rangsang seksual, seperti leher, paha, alat kelamin, dan lain-lain.
Berpelukan 
Aktivitas ini menimbulkan perasaan tenang, aman, nyaman disertai rangsangan seksual (terutama jika mengenai daerah aerogen / sensitif).
Mastrubasi (wanita) Onani (laki-laki)
Perilaku merangsang organ kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual.
Oral seks 
Merupakan aktivitas seksual dengan cara memasukan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis.
Petting
Merupakan seluruh aktivitas non intercourse (hingga menempelkan alat kelamin).
Intercourse (senggama)

Cara Mencegah Penyimpangan Seks Pada Remaja

Cara Mencegah Penyimpangan Seks Pada Remaja-Posting kali ini blog tanya ahli akan mencoba memberikan suatu artikel yang mungkin sangat berguna bagi orang tua maupun remaja yang mengunjungi blog tanya ahli. Artikel kali ini dianggap penting dibaca dan dipahami oleh pengunjung blot tanya ahli karena masalah yang berhubungan dengan kesehatan yang satu ini merupakan masalah kesehatan yang dapat berhubungan dengan berbagai aspek baik kesehatan maupun mental.
cara mencegah penyimpangan seks pada remaja,Cara mencegah, mencegah perilaku seks bebas, perilaku seks remaja, penyimpangan seks pada remaja

Masalah yang sering ditemui remaja dan ditakutkan oleh orang tua dimanapun mereka berada terutama di negeri kita yang kaya akan norma dan budaya adalah masalah yang berseberangan norma dan budaya tersebut. Salah satu aktivitas atau perilaku yang berseberangan dengan norma dan budaya yang blog tanya ahli maksudkan disini adalah masalah perilaku seks menyimpang sehingga pada kali ini akan kami berikan Tips Mencegah Perilaku Seks Menyimpang Pada Remaja.

Banyaknya perilaku seksual yang dapat menyimpang dari norma-norma yang telah ada membuat banyak pihak harus melakukan berbagai langkah untuk mencegah penyimpangan perilaku tersebut. Adapun pencegahan perilaku seksual bebas pada remaja dapat dicegah dengan : 
Oleh remaja
a. Bersikap tegas, katakan “tidak” bila ada teman pria yang mengajak untuk berhubungan intim.
b. Pengendalian diri selama pacaran, jangan terlalu terbawa perasaan dan bila pergi berdua dengan pacar hindari tempat-tempat sepi.
c. Membentengi diri dengan pengetahuan agama.
d. Menghindari sentuhan fisik atau tubuh.
e. Jangan minum alkohol dan obat-obatan terlarang.
f. Pergi bersama teman-teman, jangan pergi sendiri.


2. Oleh orang tua dan guru sekolah 
a. Pendekatan terbaik pada remaja (tidak bersifat menuduh).
b. Menjelaskan tentang gambaran bahaya yang dapat terjadi setelah melakukan hubungan seks usia muda/pra nikah.
c. Membekali anak/siswa dengan pengetahuan agama yang cukup.

Perilaku seks bebas dapat menimbulkan kehamilan diluar nikah, hal ini terjadi karena organ reproduksi wanita memang dipersiapkan untuk kehamilan. Fungsi reproduksi wanita dapat dibagi menjadi dua tahapan utama, yaitu : persiapan tubuh wanita untuk menerima pembuahan dan kehamilan serta masa kehamilan itu sendiri. Reproduksi dimulai dengan perkembangan ovum di dalam ovarium.

Pencegahan perilaku seks bebas juga harus benar-benar dilakukan oleh para orang tua, karena informasi yang salah tentang perilaku seks bebas saat ini lebih mudah didapatkan oleh remaja melalui teknologi, misalnya dengan membuka situs forno di internet. Peran orang tua harus benar-benar dikembalikan pada peran utamanya yaitu menjadi kontrol pertama terhadap perilaku negatif anggota keluarganya. Orang tua harus dapat menciptakan cara baru dalam menyampaikan pemahaman tentang seks kepada remaja.

Artikel Terkait
Menjaga Keperawanan
Impotensi
Cara Mudah Mengetahui Keperawanan Seorang Perempuan
Mitos Salah Tentang Keperawanan

Wednesday, December 30, 2015

Penyakit Skabies Pada Anak

Penyakit Skabies Pada Anak- Unsur penting dalam konsep penyakit adalah pengukuran bahwa penyakit tidak melibatkan perkembangan bentuk kehidupan baru secara lengkap, tetapi lebih merupakan perluasan atau distorsi dari proses-proses kehidupan normal yang ada pada individu. Meskipun pada kasus penyakit yang jelas menular, dimana tubuh secara harfiah diinvasi, agen menular itu sendiri tidak merupakan penyakit itu, tetapi hanya berperan menimbulkan perubahan-perubahan pada subyek yang skhirnya diwujudkan sebagai penyakit. Jadi, penyakit sebenarnya adalah sejumlah proses fifiologis yang sudah diubah.

Skabeis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sasrcoptes scabiel varian hominis, yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Pada tahun 1987, Benomo menemukan kutu skabies pada manusia. Skabies merupakan penyakit endemik pada banyak masyarakat. Penyakit ini dapat mengenai semua ras dan golongan di seluruh dunia. Penyakit ini banyak dijumpai pada anak dan orang dewasa muda, tetapi dapat mengenai semua umur. Insiden sama pada pria dan wanita.

Skabies juga dapat diartikan sebagai penyakit kulit yang mudah menular, yang ditimbulkan oleh kutu sasrcoptes scabiel dalam terowongan stratum corneum. Penyakit kulit menular ini juga disebabkan infestasi dan sensitisasi terhadap sasrcoptes scabiel varian hominis dan produknya. Sinonim penyakit ini adalah kudis, buduk, gudik atau agogo.

Cara penularan penyakit skabies adalah melalui kontak langsung (kulit dengan kulit), misalnya berjabat tangan, tidur bersama dan hubungan seksual. Kontak tak langsung (melalui benda), misalnya pakaian, handuk, sprei, bantal dan lain-lain. Penularan biasanya oleh sasrcoptes scabiel betina yang sudah dibuahi atau bentuk larva. Dikenal pula sasrcoptes scabiel var. animals yang kadang-kadang dapat menulari manusia, terutama yang memiliki binatang peliharaan seperti Anjing. 

Penyakit ini menyerang semua kelompok usia dengan insiden tertinggi pada anak usia sekolah dan remaja. Penularan dapat secara kontak langsung (kulit dengan kulit) atau secara kontak tak langsung yaitu dengan perantaraan pakaian, handuk, dan alat tidur. Oleh karena itu skabies sering menyebar dalam anggota keluarga, dan alat tidur. Oleh karena itu skabies sering menyebar dalam anggota keluarga, satu asrama, kelompok anak sekolah, partner seksual bahkan satu dusun atau desa. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit ini antara lain kepadatan penduduk, kemisinan, higienis yang yang jelek, mobilitas penduduk, promiskuitas dan kesalahan diagnosis.

Skabies ditularkan oleh kutu betina yang telah dibuahi, melalui kontak fisik yang erat. Penularan melalui pakaian dalam, handuk, sprei, tempat tidur, perabot rumah, jarang terjadi. Kutu dapat hidup diluar kulit hanya 2-3 hari dan suhu kamar 210C dengan kelembaban relatif 40-80%.
Insiden skabies di Negara berkembang menunjukkan siklus fluktuasi yang sampai saat ini belum dapat dijelaskan. Interval antara akhir dari suatu epidemi dan permulaan edemi berikutnya kurang lebih 10-15 tahun.

Beberapa faktor yang dapat membantu penyebarannya adalah kemiskinan, higiene yang jelek, seksual promiskuitas, diagnosis yang salah, demografi, ekologi, dan derajat sensitasi individual.

Penyakit skabies merupakan penyakit yang sama seperti penyakit lainnya yang membutuhkan pengobatan agar cepat sembuh. Pengobatan adalah bentuk pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menghentikan proses perjalanan suatu penyakit pada seseorang, sehingga penderitaannya dapat hilang. Tujuan pengobatan secara umum adalah meningkatkan derajat kesehatan perorangan dan masyarakat di Indonesia. Adapaun secara khusus tujuan pengobatan adalah terhentinya proses perjalanan penyakit yang diderita seseorang, berkurangnya penderitaan seseorang karena sakit, tercegahnya dan berkurangnya kecacatan, merujuk penderita ke fasilitas diagosa dan pelayanan yang lebih canggih.

Semua yang berkontak dengan penderita harus diobati termasuk pasangan seksnya. Ada bermacam-macam pengobatan anti skabies, yaitu: Benzene heksaklorida (lindane), Sulfur, benzibenzoat (crotamiton), Monosulfiran, Malathion, dan Permethrin 

Sedangkan pengobatan skabies untuk bayi, anak, ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak menggunakan lindane oleh karena diabsorbsi lewat kulit dan berakibat neurotoksik. Crotamiton tidak mempunyai efek sistematik sehingga dapat digunakan dalam kelompok bayi, anak, ibu hamil dan menyusui dengan tingkat keberhasilan 70%. Jika gagal crotamiton maka pemberian permethrin merupakan keharusan, bahkan dapat digunakan untuk bayi di atas 2 bulan.

Pada umumnya setelah diberi pengobatan, pasien tidak menularkan penyakitnya. Pasien kadang masih merasa gatal walaupun tungau sudah mati. Hal ini karena reaksi hipersensitivitas yang tidak segera hilang. Penggunaan hidrokortison dalam krotamiton krim dapat menekan rasa gatal. Apabila pasca pengobatan rasa gatal masih ada, dapat diterapi dengan kortikosteroid jangka pendek. Skabies rasa gatal masih ada, dapat diterapi dengan kortikosteroid jangka pendek. Skabies yang disertai infeksi sekunder dapat diterapi dengan antibiotika.

Hal-hal yang mungkin dapat menjadi penyebab kegagalan pengobatan adalah: adanya reinfestasi, pengobatan tidak dilakukan dengan baik, adanya resistensi tungau terhadap obat, dan adanya imunosupresi .

Jika seseorang menderita skabies maka setiap anggota keluarga harus diobati. Kebersihan perorangan merupakan hal yang paling penting. Mandilah dangan ganti pakaian setiap hari. Cucilah semua pakaian dan perlengkapan tempat tidur serta jemurlah di bawah sinar matahari. Buatlah salep dari lindane (gamma benzene hexachlorida) dan Vaseline (petroleum jelly).

ARTIKEL TERKAIT
Pentingnya Kedekatan Orang Tua Dengan Anak
Cacar Air
Demam Pada Anak
Air Bersih
Sikap Seseorang Terhadap Masalah Kesehatan

Memahami Lebih Dalam Tentang Autisma

Memahami Lebih Dalam Tentang Autisma-Autisma atau lebih lazim kita sebut dengan autis merupakan ganguan mental yang dialami seseorang. Penderita autisma atau autis biasanya hanya tertarik pada aktivitas dirinya sendiri, misalnya melamun, berangan-angan, berkhayal, fantasi) dan biasanya juga penderita autisma atau autis tersebut sangat menarik diri dari kenyataan yang ada dihadapannya.
Memahami lebih dalam tentang autisma, Autisma, autisma pada anak, pengertian autisma, gejala autisma, komplikasi akibat autisma, pencegahan autisma, pengobatan autisma, terapi untuk autisma

Penderita autisma atau autis pada usia anak-anak terlihat kelainan perilaku yaitu ketidakmampuan anak dalam berinteraksi dengan orang lain yang ada disekitar mereka. Anak-anak penderita autisma atau autis lebih terlihat seolah-olah hidup dalam dunia mereka sendiri, dan pada beberapa penderita juga kadang ditemui cara komunikasi yang berbeda pula dengan orang lain misalnya menggunakan bahasa atau ungkapan yang hanya dimengerti oleh penderita itu sendiri.

Adapun gejala-gejala pada anak yang menderita autisma atau autis diantaranya adalah :
1. Perkembangan yang terhambat terutama dalam kelakuan hidup bermasyarakat 
2. Bermain sendiri atau tidak mempunyai keinginan untuk berinteraksi dengan keluarga ataupun orang lain disekitar mereka
3. Lebih acuh kepada orang lain yang mengajaknya berkomunikasi atau berbicara
4. Tidak melakukan kontak matadengan orang lain
5. Ketika mengerjakan sesuatu maka mereka akan mengerjakan pekerjaan tersebut secara berulang dan jika disarankan untuk menghentikan pekerjaan tersebut maka merekaakan marah atau menolak saran tersebut
6. Mempunyai perkembangan jiwayang terbelakang
7. Pada beberapa penderitaautisma atau autis terkadang ada yang mempunyai keahlian khusus atau pandai dalam suatu hal

Komplikasi yang biasanya muncul pada anak yang mengalami autisma atau autis adalah sering mengalami kecelakaan seperti teritis atau terlukai karena perilakunya sendiri atau perlakuan orang lain namun mereka tidak merasakan sakit karena mereka memang terkadang tidak bereaksi terhadap rasa sakitnya.

Autisma atau autis ini sampai saat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti tetapi ada beberapa studi ilmiah yang mengatakan bahwa kemungkinan seseorang menderita autisma atau autis disebabkan oleh faktor keturunan dan gangguan pada bagian otak yang memproses rangsang saraf.
Pengobatan pada anak yang menderita autisma atau autis sebaiknya diobati dengan cara melakukan fisioterapi namun fisioterapi yang diberikan kepada penderita autisma atau autis sebaiknya disesuaikan dengan usia penderita. Selain itu juga untuk mengobati anak yang menderita autisma atau autis maka sebaiknya penderita dimasukkan ke sekolah yang khusus untuk anak penderita autisma atau autis.

ARTIKEL TERKAIT
Cara menstimulasi tumbuh kembang anak usia balita
Perkembangan Kondisi Janin Dalam  Kandungan Ibu
Sikap Seseorang Terhadap Masalah Kesehatan

Monday, December 28, 2015

Cara Mengetahui Status Gizi Balita Anda

Cara mengetahui status gizi balita anda-Masa balita merupakan masa keemasan kedua bagi anak. Dimasa ini pertumbuhan balita tidak bertumbuh sepesat saat masa bayi, tetapi kebutuhan nutrisi mereka tetap merupakan prioritas utama. Di masa balita ini nutrisi memegang peranan penting dalam perkembangan seorang anak. Masa balita adalah masa transisi, terutama di usia 1-2 tahun, dimana seorang anak akan mulai makan makanan padat dan menerima rasa dan tekstur makanan yang baru. Selain itu usia balita adalah usia kritis dimana seorang anak akan bertumbuh dengan pesat baik secara fisik maupun mental.

Di masa balita, seorang anak membutuhkan nutrisi dari berbagai sumber dan makanan.kebutuhan balita akan makanan dan nutrisi tergantung dari usia, besar tubuh dan tingkat aktivitas balita itu sendiri. Seorang balita biasanya membutuhkan sekitar 1000 – 1400 kalori per hari. Nutrisi yang tepat dan lengkap akan memberikan dampak yang positif bagi tumbuh kembang otak dan juga fisik.
Pertumbuhan otak mengalami 3 fase yaitu fase pertambahan berat otak (0-2 tahun), fase pembelahan sel otak (2-3 tahun), dan fase myelinisasi (3-6 tahun) yang terus berlanjut sampai masa pertumbuhan berakhir. Pertumbuhan otak dipengaruhi oleh faktor keturunan dan nutrisi. Sementara perkembangan otak dipengaruhi oleh faktor keturunan dan lingkungan (stimulasi). Agar otak tumbuh optimal, kebutuhan tubuh anak akan nutrisi, khususnya nutrisi yang membantu meningkatkan pertumbuhan otak seperti DHA, AA, Sphingomyelin dan Sialic Acid harus dipenuhi terutama dalam masa balita. Disamping itu, untuk meningkatkan fungsi otak dan kemampuan belajar yang lebih efektif, kombinasi unik asam amino Tyrosine dan Tryptophan (T+T) dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan otak untuk menyerap dan memproses informasi. Sumber makanan yang dapat mendukung kebutuhan nutrisi di atas antara lain adalah ikan yang kaya dengan Omega-3 dan Omega-6, buah-buahan seperti pisang yang mengandung tyrosine dan tryptophan, dan sayur-sayuran hijau seperti brokoli dan kembang kol. 

Selain tumbuh kembang otak, tumbuh kembang fisik balita pun perlu diperhatikan. Pemenuhan nutrisi makro dan mikro yang lengkap dan seimbang sesuai dengan usia anak membantu proses tumbuh kembang lebih optimal. Tubuh balita membutuhkan berbagai nutrisi di masa pertumbuhan ini, antara lain protein, Vitamin A, C, E, B12, K, selenium, Zinc, zat besi, kalsium dan fosfor, dan juga prebiotik inulin untuk membantu pencernaannya. Sumber makanan yang dapat mendukung kebutuhan nutrisi di atas antara lain adalah telur, daging merah (sapi, dan lain lain), ayam, ikan, buah-buahan seperti buah jeruk dan kiwi, dan sayur-sayuran hijau seperti bayam dan kol. Untuk memastikan balita mendapatkan nutrisi yang lengkap dan seimbang, selain dari makanan, balita juga membutuhkan susu yang lengkap dengan nutrisi setidaknya dua kali sehari.

Balita yang kurang terpenuhi kebutuhan nutrisinya dapat mengakibatkan banyak hal seperti kejadian gizi kurang dan gizi buruk. Bagi sebagian besar masyarakat kebutuhan nutrisi pada balita bukanlah suatu hal utama. Bagi sebgaian besar masyarakat Indonesia terutama dari kalangan ekonomi bawah, lebih memprioritaskan kebutuhan pangan atau makanan tanpa mempedulikan angka kecupan gizi dari makanan mereka sendiri ataupun anak-anaknya. Satu permasalahan yang sering terlupakan adalah kasus balita dengan kejadian BGM (bawah garis merah). Seorang balita dengan yang pertumbuhannya dicurigai BGM menimbulkan banyak pertanyaan. Hal ini dikarenakan BGM tidak dapat disebut dengan gizi kurang ataupun gizi buruk. BGM lebih identik di antara kedua kondisi tersebut

Konsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang, status gizi baik atau status gizi optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien. Sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin. Setatus gizi kurang terjadi apabila tubuh memperoleh zat gizi yang berlebihan, sehingga menimbulkan efek yang membahayakan.

Makanan untuk balita harus mengandung protein, karbohirat, air, mineral, dan trace elements. Energi untuk metabolisme dihitung dalam kilo kalori (kkal) berasal dari protein (4 kkal/gr), karbohidrat (4 kkal/gr) dan lemak  (9 kkal/gr). Distribusi kalori pada makanan harus seimbang, 7 % - 15 % dari protein, 30 % – 35 % dari lemak, dan 40 % – 50 % dari karbohidrat. Jumlah, jenis, dan jadwal pemberian makan yang baik pada balita harus sesuai usia. Ketiga hal tersebut harus terpenuhi, bukan hanya mengutamakan jenis makanannya dan melupakan jumlahnya atau sebaliknya memberikan jumlah yang cukup tetapi jenisnya tidak sesuai untuk anak. Pada awal usia 1 tahun, gigi anak sudah mulai tumbuh sampai usia dua setengah tahun sehingga anak dapat mengunyah lebih baik lagi. Berilah makanan yang teksturnya lembut, potongannya kecil, dan mempunyai bentuk yang menarik serta harus bervariasi bahan makanannya.

Balita merupakan konsumen pasif, yaitu makanan yang dimakan anak tergantung pada apa yang disediakan ibu sehingga peranan ibu dalam menentukan menu makanan yang bergizi lengkap dan seimbang sangat besar. Pada usia ini, rasa ingin tahu anak juga sangat tinggi sehingga ibu memiliki kesempatan untuk memperkenalkan berbagai jenis makanan yang beraneka ragam dalam rasa, warna dan tekstur sedini mungkin. 

Ada beberapa hal yang dapat menghidupkan gairah makan anak. Anak akan senang jika makan 
bersama keluarga di meja makan dan sebaiknya orang tua jangan terlalu banyak melarang. Mulailah libatkan anak dalam membuat jus buah. 

Pengolahan bahan makanan merupakan suatu kegiatan mengubah (memasak) bahan makanan mentah menjadi makanan yang siap dimakan, berkualitas, dan aman untuk dikonsumsi. Tujuan dari pengolahan makanan yaitu : mengurangi resiko kehilangan zat-zat gizi bahan makanan, meningkatkan nilai cerna, meningkatkan dan mempertahankan warna, rasa, keempukan, dan penampilan makanan, bebas dari organisme dan zat yang berbahaya untuk tubuh. Adapun prasyarat pengolahan makanan yaitu : tersedianya siklus menu, tersedianya peraturan pengguna bahan tambahan pangan (BTP), tersedianya bahan makanan yang akan diolah, tersedianya peralatan pengolahan bahan makanan, tersedianya aturan penilaian, tersedianya prosedur tetap pengolahan.
Konstribusi suatu jenis makanan terhadap kandungan vitamin makanan sehari-hari bergantung pada jumlah vitamin yang semula terdapat dalam makanan terebut, jumlah yang rusak pada saat panen atau penyembelihan, penyimpanan, pemrosesan, dan pemasakan. Pada saat panen dan penyimpanan sejumlah vitamin akan hilang, bergantung pada suhu, penyikapan terhadap udara dan matahari, semakin lama disimpan akan semakin banyak vitamin yang hilang. Kehilangan vitamin dalam pemasakan dapat dicegah dengan cara : menggunakan suhu tidak terlalu tinggi, waktu memasak tidak terlalu lama, mengunakan air pemasak sesedikit mungkin, memotong dengan pisau tajam menjadi potongan tidak terlalu halus, panci memasak ditutup, tidak menggunakan alkali dalam pemasakan, sisa air rebusan digunakan untuk masakan lain. Dalam bentuk sayuran sebaiknya sebagian dimakan dalam bentuk segar dan mentah.

Gizi (nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digestri, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
cara mengetahui status gizi balita anda, Gizi balita, status gizi balita, mengetahui status gizi, kebutuhan gii balita

Asfiksia Pada Bayi

Asfiksia Pada Bayi-Pada kesempatan kali ini blog tanya ahli akan coba memberikan dan membagi pengetahuan tentang salah satu masalah kesehatan bayi terutama bayi baru lahir yang mana masalah kesehatan ini masih sering terjadi di sekitar kita. Masalah kesehatan yang kami maksudkan disini adalah asfiksia pada bayi baru lahir.

Asfiksia merupakan keadaan bayi yang tidak bisa bernafas secara teratur dan spontan, sehingga dapat menurunkan Oksigen (O2) dan makin meningkatkan Karbondioksida (CO2) yang menimbulkan akibat buruk dalam kehamilan lebih lanjut atau secara sederhananya asfiksia bayi baru lahir (BBL) adalah ketidakmampuan bayi bernafas secara spontan dan teratur segera setelah dilahirkan.

Asfiksia secara umum dapat disebabkan karena gangguan pertukaran gas atau pengangkutan O2 dari ibu ke janin, pada mas kehamilan, persalinan atau segera setelah lahir. Secara rincinya asfiksia pada bayi baru lahir dapat kami uraikan sebagai berikut :
Faktor Janin
Prematur, gameli, tali pusat menumbung, kelainan kongenital.
Faktor Persalinan
Partus lama adalah persalinan yang telah berlangsung 12 jam atau lebih tampa kelahiran bayi. Partus tindakan adalah proses persalinan dengan menggunakan tindakan khusus.

Adapun gejala dan tanda yang muncul pada bayi baru lahir yang mengalami asfiksia adalah pernafasan cuping hidung, pernafasan cepat, nadi cepetan cyanosis, nilai APGAR menunjukan bayi asfiksia.

Secara patofisiologi asfiksia ini berarti hipoksia yang progresif. Penimbunan CO2 dan asidosis. Bila proses ini berlangsung terlalu jauh dapat mengakibatkan kerusakan otak atau kematian. Asfiksia juga dapat mempengaruhi fungsi organ vital lainnya.

Pada bayi yang kekurangan oksigen akan terjadi pernafasan yang cepat dan periode yang singkat. Apabila asfiksia berlanjut, gerakan pernafasan akan berhenti, denyut jantung juga mulai menurun, sedangkan tonus neuromuskular berkurang secara berangsur-angsur dan bayi memasuki periode apnoe yang dikenal sebagai Apnoe Primer. Perlu diketahui bahwa kondisi pernafasan megap-megap dan tonus otot yang tujur juga dapat terjadi akibat obat-obat yang diberikan pada ibunya. Biasanya pemberian perangsangan dan oksigen selama periode apnoe primer dapat merangsang terjadinya pernafasan spontan.

Apabila asfiksia berlanjut, bayi akan menunjukkan pernafasan megap-megap yang dalam, denyut jantung terus menurun, tekanan darah bayi juga mulai menurun dan bayi akan terlihat lemas (flaccid). Pernafasan makin lama makin lemah sampai bayi memasuki periode apnoe yang disebut Apnoe Sekunder. Selama apnoe sekunder ini, denyut jantung, tekanan darah dan kadar oksigen dalam darah (PaCO2) terus menurun. Bayi sekarang tidak bereaksi terhadap rangsangan dan tidak akan menunjukkan upaya pernafasan secara spontan. Kematian akan terjadi kecuali apabila resusitasi dengan pernafasan buatan dan pemberian oksigen dimulai segera.

Sangat penting untuk diperhatikan bahwa sebagai akibat hipoksia janin, janin dapat pulih dari apnoe primer ke apnoe sekunder di dalam rahim. Urutan perkembangan apnoe, termasuk apnoe primer atau apnoe sekunder. Dalam kenyataannya, apnoe primer dan apnoe sekunder sulit sekali untuk dibedakan. Pada kedua keadaan tersebut, bayi tidak bernafas dan denyut jantung dapat menurun sampai < 100 denyut per menit.

Pada saat bayi dilahirkan, alveoli bayi diisi dengan “carian paru-paru janin”. Cairan paru-paru janin harus dibersihkan terlebih dahulu apabila udara harus masuk ke dalam paru-paru bayi baru lahir. Dalam kondisi demikian, paru-paru memerlukan tekanan yang cukup besar untuk mengeluarkan cairan tersebut agar alveoli dapat berkembang untuk pertama kalinya. Untuk mengembangkan paru-paru, upaya pernafasan pertama memerlukan 2-3 kali lebih tinggi daripada tekanan untuk pernafasan berikutnya agar berhasil. Menghadapi bayi yang tidak pernah mengambil nafas pertama dapat diasumsikan bahwa pengembangan alveoli tidak terjadi dan paru-paru tetap berisi cairan. Melakukan pernafasan buatan pada bayi seperti ini diperlukan tekanan tambahan untuk membuka alveoli dan mengeluarkan cairan paru-paru.
Asfiksia pada bayi, Asfiksia, bayi, bayi asfiksia, pengertian asfiksia, penyebab asfiksia, pencegahan asfiksia, pengobatan asfiksia, penanganan asfiksia

Pada awal asfiksia, darah lebih banyak dialirkan ke otak dan jantung. Dengan adanya hipoksia dan asidosis maka fungsi miokardium menurun, curah jantung menurun dan aliran darah ke alat-alat vital juga berkurang.

ARTIKEL TERKAIT
Asma
Bronkitis
Nyeri Dada
Seperti Apa Rokok dan Apa Bahaya Rokok
Alergi Ringitis
MENJAGA MASA KEEMASAN BALITA

Saturday, December 26, 2015

Alergi

Alergi, Alergi pada anak, jenis alergi, penyebab alergi, pencegahan alergi, pengobatan alergi, terapi alergi

Alergi adalah keadaan yang menjelaskan suatu keadaan mulai dari serangan bersin dan mata berair sampai ruam merah yang gatal dan napas yang mengikik setelah membelai binatang piaraan, atau terjadinya pembengkakan bibir dan lidah setelah makan sesuatu.

Jenis-jenis alergi yang paling umum terjadi diantaranya adalah :
1. Demam serbuk sari dan mata gatal 
2. Demam makanan
3. Alergi terhadap sengatan lebah dan tawon 
4. Asma
5. Ruam kemerahan pada kulit

Penyebab alergi yang ada di sekitar kita diantaranya adalah :
1. Tungau / kutu rumah, terutama tinjanya, merupakan penyebab alergi yang utama yang menyerang hingga 90 % penderita alergi 
2. Sebuk saru rumput
3. Binatang peliharaan terutama anjing dan kucing
4. Tanaman merupakan penyebab umum demam serbuk sari 
5. Jamur-jamur
6. Alergi makanan 

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk masalah alergi diantaranya adalah :
1. Kurangi kelembaban udara dengan membuka jendela pintu kamar mandi dan dapur segera setelah memasak, mencuci dan mandi. Jangan mengeringkan pakaian di dalam rumah
2. Bersihkan debu, kurangi pemakaian karpet, karena debu dapat menumpuk terutama jika karpet sulit dibersihkan
3. Cuci seprai pada suhu tinggi / 600C untuk membunuh tungau / kutu rumah 
4. Hindari makanan / obat yang menyebabkan gatal-gatal di kulit dan wajah 
5. Melakukan pengobatan dengan pengobatan anti alergi 

Amandel

Amandel pada anak, pengertian amandel, penyebab amandel, pencegahan amandel, pengobatan amandel

Amandel atau tonsil merupakan kumpulan jaringan limfoid yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Tonsil berfungsi mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh melalui mulut, hidung, dan kerongkongan, oleh karena itu tidak jarang tonsil mengalami peradangan. Peradangan pada tonsil disebut dengan tonsilitis, penyakit ini merupakan salah satu gangguan THT (Telinga Hidung & Tenggorokan). 

Tonsilitis dapat bersifat akut atau kronis. Bentuk akut yang tidak parah biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari, dan umumnya menyerang anak-anak pada usia 5-10 tahun. Sedangkan radang amandel/tonsil yang kronis terjadi secara berulang-ulang dan berlangsung lama. Pembesaran tonsil/amandel bisa sangat besar sehingga tonsil kiri dan kanan saling bertemu dan dapat mengganggu jalan pernapasan. Peradangan tonsil yang akut ataupun pembengkakan tonsil yang tidak terlalu besar dan tidak menghalangi jalan pernapasan, serta tidak menimbulkan komplikasi tidak perlu dilakukan pembedahan/operasi, karena tonsil yang terbuat dari jaringan getah bening dapat berfungsi mencegah tubuh agar tidak terkena penyakit yang berhubungan dengan infeksi.

Amandel atau tonsil adalah dua buah kelenjar getah bening di kedua sisi belakang tenggorokan. Amandel adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengandung sel-sel antibodi untuk menjebak dan membunuh bakteri dan virus patogen dalam perjalanan memasuki tubuh. 

Tonsilitis adalah peradangan amandel sehingga amandel menjadi bengkak, merah, melunak dan memiliki bintik-bintik putih di permukaannya. Pembengkakan ini disebabkan oleh infeksi baik virus atau bakteri.
Amandel,Amandel pada anak, pengertian amandel, penyebab amandel, pencegahan amandel, pengobatan amandel

Ada banyak virus yang dapat menyebabkan tonsilitis, yang paling umum adalah virus Epstein-Barr dan virus Coxsackie. Di antara bakteri yang menyebabkan tonsilitis, kelompok streptokokus A adalah yang paling umum.
Mengapa amandel terinfeksi?
Karena fungsinya sebagai benteng perlawanan terhadap infeksi, amandel rawan terkena infeksi. Namun, fungsi amandel tersebut kian menurun saat remaja dan dewasa. Itulah mengapa radang amandel jarang dijumpai pada orang dewasa. (Paling umum pada anak-anak usia 3 sampai 7 tahun).

Pengobatan
Demam pada anak diatasi dulu dengan obat penurun panas dan kompres handuk dingin

ARTIKEL TERKAIT
Bronkitis
Demam Pada Anak
Gondok
Gondongan
Sariawan
Anoreksia Nervosa

Asma

asma, Penyakit asma, penyebab asma, pencegahan asma, gejala asma, asma pada anak, pengobatan asma, terapi asma

Asma adalah keadaan klinik yang ditandai oleh masa penyempitan jalan nafas atau bronkhus yang reversibel. Penyempitan ini terjadi karena dinding bronkhus mengalami pembengkakan atau bronkhus memproduksi lendir yang kental dan berlebihan.

Gejala-gejala yang timbul pada asma diantaranya adalah : sesak nafas, penderita merasa seperti tercekik dan harus berdiri atau duduk dan berusaha penuh menggerakkan tenaga untuk bernafas. Serangan asma seperti ini dapat berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam, diikuti dengan batuk produktif yang banyak sekali dengan dahak berwarna keputih-putihan. Jika serangan hebat sampai berhari-hari dan tidak dapat ditanggulangi dengan cara pengobatan yang biasa maka fungsi pernafasan dapat lebih memburuk sehingga mengakibatkan kulit membiru atau cyanosis. 

Pengobatan yang dilakukan untuk mengobati asma oleh masyarakat saat ini adalah dengan obat anti asma yang khas. Penderita juga dianjurkan untuk menjauhkan sumber alergen yang dapat menyebabkan terjadinya asma seperti bulu binatang. 

Namun dalam pengobatan asma ini terkadang masyarakat kurang mengetahui bahwa asma juga dapat disembuhkan bukan saja oleh atau teknis medis karena terdapat beberapa obat yang dapat mengobati asma secara non medis
Asma, Penyakit asma, penyebab asma, pencegahan asma, gejala asma, asma pada anak, pengobatan asma, terapi asma

Bronkitis

Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Bronkitis biasanya terjadi karena infeksi seperti radang tenggorokan, campak, dan batuk rejan. Penyakit ini disebabkan virus dan bakteri.
Bronkhitis, Penyakit bronkhitis, penyebab bronkhitis, bronkhitis pada anak, akibat bronkhitis, tanda dan gejala bronkhitis, cara pencegahan bronkhitis, pengobatan bronkhitis, terapi bronkhitis

Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru serta saluran pernapasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari sinusitis kronis, bronkiektasis, alergi, dan pembesaran amandel pada anak-anak.

Terdapat dua tipe bronkitis, yakni akut dan kronis. Bronkitis akut ditandai dengan batuk berdahak kekuningan dan demam. Bronkitis akut biasanya juga mengenai bagian paru lainnya.

Sementara bronkitis kronis ditandai dengan batuk lama, berdahak banyak, dan terutama terjadi pada saat tidur atau pada pagi hari. Penyakit ini biasanya didahului oleh infeksi saluran pernapasan bagian atas.

Terdapat juga tipe bronchitis yang lain, yaitu bronkitis iritatif bisa disebabkan berbagai jenis debu, asap dari asam kuat, amonia, sejumlah pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida yang biasa terapat pada asap kebakaran hutan. Penyakit ini juga akibat dari polusi udara serta tembakau maupun rokok.

Gejala dari bronkitis pada awalnya adalah batuk-batuk tanpa dahak yang akan berubah menjadi berdahak dalam waktu beberapa hari kemudian. Batuk berdahak awalnya berwarna putih dan bisa berubah menjadi kuning sampai kehijauan kadang disertai demam bila disebabkan oleh bakteri.

Diagnosis ditegakkan selain dilihat dari gejala, juga melalui pemeriksaan fisik, untuk rontgen dada, umumnya masih dalam batas normal atau terdapat gambaran peningkatan corakan bronkovaskular. Pengobatannya adalah dengan pemberian antibiotik serta obat simptomatik lainnya.

Sedangkan bila disebabkan oleh virus, penyakit ini akan sembuh sendiri bila banyak istirahat serta makan makanan yang bergizi.Untuk perokok, dianjurkan berhenti merokok karena asap rokok bisa menjadi pemicu untuk serangan bronkitis. Bronkitis berbeda dengan Tuberkulosis.

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini adalah penyakit kronik dan menular dengan gejala batuk lebih dari 2 minggu disertai demam tidak terlalu tinggi, keringat malam serta terdapat penurunan berat badan.

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah BRONKITIS dapat dilakukan baik secara medis maupun non medis.

ARTIKEL TERKAIT
Asma
Asfiksia Pada Bayi
Seperti Apa Rokok dan Apa Bahaya Rokok
Alergi Ringitis
BERMANFAATKAH DAUN DARI POHON RANDU UNTUK KESEHATAN?

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com