Tuesday, December 22, 2015

Rematik

Rematik,Pegal, lansia, orang tua, kakek, nenek, usia lanjut, usia tua, penyakit rematik, penyebab rematik, akibat rematik, obat rematik, cara mengatasi rematik

PENGERTIAN
Rematik adalah penyakit yang mengenai bagian dari tulang/sendi akibat proses penuaan.

 PENYEBAB
1. Proses Penuaan
2. Kelelahan
3. Cedera atau Jatuh
4. Infeksi Kuman
5. Penurunan daya tahan tubuh
6. Tidak diketahui dengan pasti

TANDA DAN GEJALA
1. Mudah lelah
2. Tidak nafsu makan
3. Demam
4. Bengkak dan nyeri pada sendi
5. Kemerahan pada sendi yang sakit
6. Gerak terganggu

AKIBAT REMATIK
1. Terganggunya aktivitas karena nyeri
2. Tulang menjadi keropos
3. Terjadi perubahan bentuk tulang

CARA MENCEGAH KAMBUHNYA REMATIK
1. Istirahat yang cukup
2. Hindari kerja berat
3. Minum minuman yangtinggi kalsium seperti susu
4. Olahraga ringan secara teratur
5. Berjemur di panas Matahari pagi ( Jam 7.00 – 8.00 )
6. Hindari makanan yang mengandung asam urat
7. Periksa kesehatan kePuskesmas minimal 6 bulan sekali

CARA MENGURANGI NYERI
1. Kompres dingin
Digunakan jika sendi yang sakit bengkak dengan warna kemerahan. Cara nya basahi handuk kecil/waslap dengan air es lalu diperas dan ditempelkan pada sendi yang sakit.
2. Kompres hangat
Digunakan jika sendi yang sakit mengalami bengkak tanpa adanya warna kemerahan. Caranyabasahi handukkecil/waslap dengan air hangatlalu peras kemudian tempelkan handuk pada sendi yang sakit tersebut
SEMBAKO PANJANG UMUR
1. Hinadri merokok
2. Jalankan pola makan yang sehat yaitumenghindari lemak jenuh dan memperbanyak konsumsi biji-bijian dan buah-buahan serta sayuran
3. Konsumsi multivitamin dan kalsium setiap hari
4. mempertahankan berat badan yang ideal
5. melatih daya piker
6. Tetap aktif setiap hari
7. Aktif bersosialisasi
8. Lakukan upaya untuk mellindungi penglihatan, pendengaran dan kesehatan anda
9. Rutin kontrol ke pelayanan kesehatan terdekat  untuk mengantisipasi jika ada sesuatu yang tidak baik pada tubuh misalnya mengendalikan tekanan darah, mencegah osteoporosis atau menurunkan kadar kolesterol dalam darah

MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI / MENGANDUNG ASAM URAT
1. Golongan protein hewani seperti : sarden, kerang, jeroan, hati, usus, otak, paru, babat, limpa, bebek dan burung
2. Makanan yang mengandung alcohol : tape, durian
3. Sayuran, kacang-kacangan, kembang kol, bayam dan jamur
4. minuman yang mengandung soda : coca cola, fanta, sprite

 LINGKUNGAN YANG AMAN BAGI LANSIA
1. Cahaya tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelapatau tidak  remang-remang
2. lantai tidak licin, benda-benda tidak berserakan dan jika menggunakan karpet tepinya direkatkan
3. perabot rumah tangga diletakan teratur, kursi atau tempat tidur tidak terlalu tinggi
4. permukaan tangga datar dan tepinya diberi tanda
5. Pinggir dinding kamar mandi di beri pegangan, lantai kamar mandi tidak licin dan toilet tidak terlalu tinggi.
6. Tempat tidur kokoh
7. Alat dapur dan kompor aman

Cara menstimulasi tumbuh kembang anak usia balita

Cara menstimulasi tumbuh kembang anak usia balita, Pertumbuhan perkembangan, pertumbuhan balita, perkembangan balita, berat badan, tinggi badan, kemampuan berfikir, anak

CARA STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA BALITA
1. Pengertian tumbuh kembang
Pertumbuhan anak adalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, seperti berat badan, tinggi badan.
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan, seperti perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.
Ada 4 bidang kemampuan perkembangan yang perlu dipantau dan diperhatikan :
1. Kemampuan gerak kasar (GK)
Yaitu aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh
2. Kemampuan gerak halus (GH)
Yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil dan memerlukan koordinasi yang cermat, misalnya kemampuan untuk menggambar, memegang sesuatu.
3. Kemampuan berbicara, bahasa dan kecerdasan (BBK)
Yaitu kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan
4. Kemampuan bergaul dan mandiri (BM)
Yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

BAYI UMUR 0 – 3 BULAN
Perkembangan anak:
1. Dapat menggerakkan kedua lengan dan kaki sama mudahnya
2. Bereaksi dengan melihat kearah sumber cahaya
3. Mengoceh dan bereaksi terhadap cahaya
4. Bereaksi senyum terhadap ajakan
Rangsangan/stimulasi yang harus diberikan:
GK : Melatih bayi mengangkat kepala pada posisi  telungkup dan memperhatikan benda bergerak
GH   :   Melatih bayi anda menggenggam benda kecil
BBK :  Ajak bayi anda bicara, mendengarkan berbagai suara  (burung, radio,dsb)
BM : Ajaklah bayi berbicara lembut, dibuai, dipeluk, dinyanyikan lagu, dll
                                                             
BAYI UMUR 3 – 6 BULAN
Perkembangan anak:
1. Menegakkan Kepala pada saat telungkup
2. Meraih benda yang terjangkau
3. Menengok kearah sumber suara
4. Mencari benda yang dipindahkan
Rangsangan yang harus diberikan:
GK  : Melatih bayi menyangga leher dengan kuat
GH  : Melatih bayi meraup benda kecil
BBK: melatih bayi menirukan suara/ bunyi/kata
BM  : melatih bayi mencari sumber suara

BAYI  6 – 9 BULAN
Perkembangan Anak:
1. Ketika didudukan dapat bertahan dg kepala tegak
2. memindahkan benda dari tangan satu ketangan yang lain
3. Tertawa/berteriak melihat benda menarik
4. makan biskuit tanpa dibantu
Rangsangan yang diberikan:
GK: Melatih anak berjalan dengan berpegangan
GH: Melatih anak memasukan dan mengeluarkan benda dari wadah
BBK: Melatih anak menirukan kata-kata
BM: Mengajak anak bermain dengan orang lain.

BAYI  UMUR 9 - 12 BULAN
Perkembangan anak:
1. Berjalan dengan berpegangan
2. Dapat meraup benda-benda kecil
3. Mengatakan dua suku kata yang sama
4. Bereaksi terhadap permainan “ciluk-ba”
Rangsangan yang  harus diberikan:
GK  :  Melatih anak berjalan sendiri
GH : Mengajak anak menggelindingkan bola, gelindingkan bola kearah anak dan minta agar ia menggelindingkan kembali
BBK: Melatih anak menirukan kata-kata, kenalkan dengan kata-kata baru sambil menunjukan gambarnya
BM : Mengajak anak mengikuti kegiatan keluarga misalnya makan bersama.
ANAK UMUR 12 – 18 BULAN
Perkembangan anak:
1. Berjalan sendiri tidak jatuh
2. Mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk
3. Mengungkapkan keinginan secara sederhana
4. Minum sendiri dari gelas tidak tumpah
Rangsangan yang diberikan:
GK : Melatih anak naik turun tangga
GH  : Bermain dengan anak melempar & menangkap bola besar kemudian kecil
BBK: Melatih anak menunjuk dan menyebutkan nama-  nama bagian tubuh
BM : Memberi kesempatan pada anak untuk melepas pakaian sendiri

ANAK UMUR 18 – 24 BULAN
Perkembangan anak:
1. Berjalan mundur sedikitnya 5 langkah
2. Mencoret-coret dengan alat tulis
3. menunjuk bagian tubuh dan menyebut namanya
4. Meniru melakukan pekerjaan rumah tangga
Rangsangan yang diberikan:
GK  : Melatih anak berdiri dengan satu kaki
GH : Mengajari anak menggambar bulatan, garis segitiga dan gambar wajah
BBK: Melatih anak mengikuti perintah sederhana
BM : Melatih anak agar mau ditinggalkan ibunya untuk sementara waktu


ANAK UMUR 2 – 3 TAHUN
Perkembangan Anak:
1. Berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan sedikitnya 2 hitungan
2. Meniru membuat garis lurus
3. menyatakan keinginan sedikitnya dengan dua kata
4. Melepas pakaian sendiri
Rangsangan yang diberikan :
GK  : Melatih anak melompat dengan satu  kaki
GH  : Mengajak anak bermain menyusun & menumpuk balok
BBK: melatih anak mengenal bentuk dan warna
BM  : Melatih anak mencuci tangan & kaki serta mengeringkan sendiri

ANAK UMUR 3 – 4 TAHUN
Perkembangan Anak:
1. Berjalan jinjit
2. Membuat gambar lingkaran
3. Mengenal sedikitnya satu warna
4. Mematuhi cara permainan sederhana
Rangsangan yang diberikan:
GK    : Melatih anak melompat dengan satu kaki
GH   : Melatih anak menggunting dan membuat buku cerita dengan gambar
BBK: Melatih anak mengenal bentuk dan warna
BM  : melatih anak mengenal sopan santun, berterima kasih, mencium tangan, dll

ANAK UMUR 4 – 5 TAHUN
Perkembangan Anak:
1. Melompati dengan satu kaki
2. Dapat mengancingkan baju
3. Dapat bercerita sederhana
4. Dapat mencuci tangan sendiri
Rangsangan yang diberikan:
GK   : Beri kesempatan anak melakukan permainan yang memerlukan ketangkasan & kelincahan, Mis: main bola, engklek,dll
GH : Bantulah anak belajar menggambar
BBK: Bantulah anak mengerti arti satu & separuh dengan cara membagi kue/kertas
BM  : latihlah anak untuk mandiri misalnya bermain ketetangga


ANAK UMUR 5 – 6 TAHUN
Perkembangan anak :
1. Menangkap bola kasti pada jarak 1 meter
2. Membuat gambar segiempat
3. Mengenal angka & huruf serta berhitung
4. Berpakaian sendiri tanpa dibantu
Rangsangan yang diberikan:
GK: Melatih anak naik sepeda
GH: Melatih anak kreatif membuat sesuatu dari lilin atau tanah liat
BBK: Melatih anak mengenal waktu, hari, minggu dan bulan
BM: Melatih anak bercakap-cakap, bergaul dengan teman sebaya

Monday, December 21, 2015

Darah Tinggi atau Hipertensi

Hipertensi diambil dari bahasa Inggris ”Hypertension” yang berasal dari bahasa Latin, Hyper berarti super, dan tension berarti tekanan. Hypertension akhirnya menjadi istilah kedokteran yang popular untuk menyebut penyakit tekanan darah tinggi.
Darah tinggi atau hipertensi, Darah tinggi, penyakit darah tinggi, penyebab darah tinggi, tekanan darah, orang tua, lansia, akibat darah tinggi, pencegahan darah tinggi, pengobatan darah tinggi

Tekanan darah tinggi adalah satu masalah yang umum, karena banyak orang yang menderitanya, walaupun mereka tidak mengetahuinya sama sekali.

Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang ditunjukan oleh angka sistolik (bagian atas) dan angka bawah pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa ataupun alat digital lainnya.

Nilai normal tekana darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHg, sedangkan nilai normal tekanan darah pada seseorang  yang berusia lanjut secara umum adalah 160/100 mmHg. Dalam aktifitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat waktu aktifitas atau berolahraga. Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan secara teratur, maka hal ini akan membawa penderita ke dalam kasus-kasus serius bahkan dapat menyebabkan kematian.

Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja ekstra keras, akhirnya kondisi tersebut berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh jantung, ginjal, otak, dan mata. Penyakit hipertensi merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung.

Baca artikel lainnya di bawah ini
Wasir atau Ambeien
Gejala Diabetes dan Cara Mengatasinya
Gejala Gagal Ginjal Yang Harus Anda Tahu
Penyakit yang membuat kita menjadi manusia yang pelupa
Penyebab, Gejala dan Cara mengatasi rematik
Penyakit yang selalu diderita saat usia lanjut
Memahami Tentang Usia Lanjut dan Menopause

Cara Merawat Payudara

Cara merawat payudara, Payudara, Ibu Nifas, Ibu Menyusui, perawatan payudara, breast care, cara memijat payudara, merawat payudara, produksi asi, menyusui bayi, asi eksklusif

Perawatan payudara atau disebut dengan Breast care adalah melakukan tindakan untuk menjaga kebersihan payudara, mempertahankan kekencangan payudara, menjaga kekencangan dan kehalusan kulit payudara, serta menjaga kekencangan otot dada penyangga payudara.

Untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Agar tujuan perawatan ini dapat tercapai perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :
  1. Lakukan perawatan payudara secara teratur
  2. Pelihara kebersihan sehari-hari
  3. Pemasukan gizi ibu harus lebih baik dan lebih banyak untuk mencukupi produksi ASI
  4. Ibu harus percaya diri akan kemampuan menyusui bayinya
  5. Ibu harus merasa nyaman dan santai
  6. Hindari rasa cemas dan stres karena akan menghambat refleks oksitosin. 


Terdapat beberapa masalah yang mungkin terjadi jika tidak melakukan breast care, diantaranya adalah :
Tumor jinak
Tumor jinak merupakan benjolan abnormal pada tubuh manusia, tumor jinak tidak berbahaya jika ditangani sejak dini. Tumor jinak berisi jaringan padat bisa juga berisi cairan. 
Infeksi
Infeksi pada payudara dapat berupa pembengkakan yang disertai dengan rasa nyeri hebat jika payudara ditekan. Jika terjadi infeksi, warna kulit payudara kadang-kadang menjadi merah, puting pecah-pecah, payudara mengeras, dan tidak jarang terbentuk abses atau luka. Infeksi biasanya terjadi pada perempuan yang sedang menyusui. Namun, perempuan yang sedang tidak menyusui pun berisiko terkena infeksi. Penyebabnya, bisa karena masuknya kuman pada puting susu. Pengobatan infeksi sangat mudah, cukup dengan pemberian antibiotik di bawah pengawasan dokter.
Puting terbalik
Pada beberapa perempuan, ditemukan payudaranya tidak menonjol, tetapi masuk ke dalam biasanya puting yang masuk ke dalam terjadi pada perempuan hamil tetapi setelah melahirkan puting tersebut akan normal kembali dengan sendirinya namun banyak juga puting masih tetap tidak keluar walau sudah melahirkan bahkan bayinya sudah dewasa. Jika hal ini terjadi sebenarnya bukan merupakan kelainan yang serius hal ini bisa di atasi. Puting yang masuk kedalam ketika menyusui bayi akan menyulitkan bayi dalam meminum ASI (Luwia, 2004).
Payudara bengkak (engorgement)
Payudara terasa lebih penuh/tegang dan nyeri sekitar hari ketiga atau keempat setelah melahirkan akibat stasis divena dan pembuluh limfe, tanda bahwa ASI mulainya disekresi. Sering terjadi pada payudara yang elastisitasnya kurang bila tidak dikeluarkan, ASI menumpuk dalam payudara sehingga areola menjadi lebih menonjol, puting lebih datar dan sulit dihisap bayi. Kulit payudara nampak lebih merah mengkilat, ibu demam dan payudara terasa nyeri sekali.
Payudara yang bengkak terjadi karena hambatan aliran darah vena atau saluran kelenjar bening akibat ASI terkumpul dalam payudara. Kejadian ini timbul karena produksi yang berlebihan. Sementara kebutuhan bayi pada hari-hari pertama setelah lahir masih sedikit (Mansjoer, 2001).
Payudara bengkak disebabkan karena pengeluaran ASI tidak lancar karena bayi tidak cukup sering menyusui atau terlalu cepat disapih. Dapat pula disebabkan oleh adanya gangguan let-down reflex.
Payudara bengkak biasanya terjadi pada hari ke 3 atau ke 4 bila menghindari menyusui karena nyeri dan memberikan prelakteal feedeng keadaan akan berlanjut.
Puting susu lecet
Dapat disebabkan oleh teknik menyusui yang salah atau perawatan yang tidak betul pada payudara. Infeksi monilia dapat mengakibatkan lecet.
Produksi ASI kurang
Produksi air susu terbaik adalah jika diproduksi oleh ibu yang sehat. Sebaliknya, pada ibu yang sakit produksi ASI akan kurang. Berkurangnya produksi susu juga terjadi pada ibu yang sudah tua, ibu yang tidak menyusui anaknya dan ibu yang minum pil pencegah kehamilan. Selain masalah kesehatan ibu, ada beberapa faktor yang dapat dapat meningkatkan pengeluaran ASI, yakni faktor-faktor psikologis seperti jika ibu melihat bayinya, memikirkan bayinya dengan kasih sayang, ibu dalam keadaan tenang, dan jika mendengar tangis bayi. Faktor yang dapat menghambat pengeluaran ASI adalah ibu yang pikirannya kacau, merasa kesakitan jika menyusui, takut asinya tidak mencukupi, dan ibu yang malu untuk menyusui.
Agar produksi ASI lancar, ketika menyusui, ibu harus menjaga kesehatan mengkonsumsi makanan yang bergizi, pikiran harus tenang, dan jangan ragu-ragu dalam menyusui bayinya. Selain itu, banyak meminum air putih juga dapat meningkatkan produksi ASI.
Mastitis dan Abses payudara
Mastitis adalah peradangan pada payudara bagian yang terkena menjadi merah, bengkak, nyeri dan panas. Suhu tubuh ibu meningkat kadang-kadang disertai menggigil biasanya kejadian ini terjadi pada satu sampai tiga minggu setelah melahirkan akibat aliran susu tersumbat dan tidak segera diatasi.
Timbul reaksi sistemik seperti demam, terjadi 1 - 3 minggu setelah melahirkan sebagai komplikasi sumbatan saluran air susu. Biasanya diawali dengan puting susu lecet atau luka. Gejala yang bisa diamati : kulit lebih merah, payudara lebih keras serta nyeri dan berbenjol-benjol. 
Abses payudara terjadi sebagai komplikasi mastitis akibat meluasnya peradangan. Sakit ibu tampak lebih parah, payudara lebih merah mengkilat, benjolan tidak sekeras mastitis, tapi lebih penuh atau bengkak berisi cairan 

Teknik Perawatan Payudara diantaranya adalah :
  1. Perawatan payudara dilakukan setiap waktu mandi, payudara dicuci dengan sabun dan puting susu dibersihkan dari kotoran yang bisa mengering.   
  2. Bila terdapat puting susu yang mendatar atau masuk ke dalam, dengan ujung jari puting ditarik-tarik keluar agar akhirnya dapat menonjol keluar sehingga nanti mudah tertangkap oleh mulut bayi      
  3. Sesudah hamil 8 bulan, pengurutan buah  dada dengan jari tangan ke arah puting susu, sehingga  mengeluarkan air susu jolong. Gunanya pengurutan untuk membersihkan saluran susu sehingga mengurangi bendungan susu setelah bersalin
  4. Cara melakukan pengurutan : kedua tangan yang sudah dibasahi dengan sabun memegang payudara dengan ibu jari di atas dan jari-jari lainnya di bagian bawah. Kemudian jari-jari digerakkan dengan pelan-pelan dari atas menuju ke arah puting susu sehingga keluar air susu jolong (colostrum)
  5. Pemakaian BH yang sedikit kencang di bagian bawah dan longgar di bagian atas payudara akan menahan payudara sedikit ke atas dan memberikan rasa enak dan payudara tidak akan terasa mengantung. BH yang terbuka di depan adalah yang baik untuk menghindari perlukaan pada puting susu.   

Sunday, December 20, 2015

Yang Harus Dihindari Ibu Hamil Saat Berhubungan Intim

Yang harus dihindari ibu hamil saat berhubungan intim, Ibu hamil, hubungan intim, hubungan seksual, posisi hubungan intim, cara melakukan hubungan intim, kebutuhan seksual, usia kehamilan, trimester kehamilan, suami, istri, janin,kandungan

Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil dan pasangannya ketika melakukan hubungan seksual adalah :
  1. Posisi woman on top atau menyamping adalah posisi yang nyaman untuk wanita hamil.
  2. Sebelum melakukan penetrasi yang dalam, yang harus diutamakan adalah kenyamanan dan kebebasan ibu hamil.
  3. Penggunaan benda asing di sekitar vagina atau alat bantu seks, sebisa mungkin dihindari.
  4. Rasa pengertian, empati, kreatifitas dan humor adalah aspek yang sebaiknya ada ketika melakukan hubungan seksual pada saat kehamilan.
  5. Ibu hamil berhak mengatakan ’Tidak’
  6. Jika kehamilannya memiliki resiko tinggi, penetrasi dan orgasme sebaiknya dihindari sampai dokter menyatakan aman. Rangsangan melalui puting juga harus dihindari pada kondisi kehamilan seperti ini.
  7. Hindari penetrasi jika air ketuban pecah.
  8. Kontak seksual dalam bentuk apa pun harus dihindari jika ibu hamil atau pasangannya telah terkontaminasi atau terkena virus HIV. Gunakan kondom jika memang tetap ingin melakukan aktivitas seksual.


Hubungan seksual ataupun orgasme tidak berbahaya untuk bayi karena adanya lendir dari cervik (mulut rahim) dari ibu yang membantu melawan kuman atau infeksi yang akan masuk ke pintu rahim. Tetapi jika kehamilan termasuk dalam resiko tinggi atau diperkirakan ada komplikasi maka sebaiknya ibu hamil berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seksual. Ada beberapa kasus yang mengharuskan ibu hamil tidak melakukan hubungan seksual selama hamil, yaitu :
  1. Ancaman keguguran atau riwayat keguguran 
  2. Plasenta letak rendah (plasenta previa)
  3. Riwayat kelahiran prematur 
  4. Perdarahan vagina atau keluar cairan yang tidak diketahui penyebabnya
  5. Dilatasi atau pelebaran servisk
  6. Penyakit menular seksual 

Kehamilan bukan berarti tidak dapat melakukan hubungan seksual. Tetapi saat kehamilan semakin membesar, maka perlu memilih beberapa posisi hubungan seks yang aman. Prinsipnya adalah tetap dapat melakukan hubungan suami istri selama hamil 9 bulan, kecuali ada alasan medis dan atas saran dari petugas kesehatan untuk tidak melakukan hubungan seksual.

Hubungan Seks Ketika Hamil

Persetubuhan adalah metode dasar reproduksi manusia. Selama ejakulasi, yang umumnya disertai dengan orgasme pada pria, serangkaian kontraksi otot mengirimkan air mani yang berisi gamet pria yang dikenal sebagai sel sperma atau spermatozoa ke dalam ruang vagina.
Hubungan Seks Ketika hamil, Kehamilan, ibu hamil, hubungan seks, posisi hubungan seks, hubungan intim, hubungan suami istri, janin, kandungan, usia kehamilan, trimester kehamilan,, posisi hubungan intim, cara hubungan intim

Rute yang dilalui dalam ruang vagina adalah melalui cervix menuju rahim dan kemudian menuju ke tuba fallopi. Jutaan sperma terdapat dalam setiap ejakulasi, untuk meningkatkan kemungkinan sebuah pembuahan dengan sel telur atau ovum. Sel sperma dapat bertahan hingga sembilan hari dalam tubuh wanita. Ketika sebuah sel telur yang subur dari wanita terdapat dalam tuba fallopi, gamet pria bergabung dengan ovum menghasilkan pembuahan dan pembentukan sebuah embrio baru. Ketika sebuah ovum yang telah terbuahi mencapai rahim, ia akan tertanam pada dinding uterus, yang dikenal dengan endometrium dan kehamilan dimulai.

Persetubuhan atau hubungan seksual secara prinsip adalah tindakan sanggama yang dilakukan oleh manusia. Akan tetapi dalam arti yang lebih luas juga merujuk pada tindakan-tindakan lain yang sehubungan atau menggantikan tindakan sanggama, jadi lebih dari sekedar merujuk pada pertemuan antar alat kelamin lelaki dan perempuan.

Persetubuhan mungkin didahului dengan percumbuan, yang menyebabkan gairah pada pasangan, menyebabkan penis mengalami ereksi dan pelumasan alami pada vagina.

Untuk memulai sebuah hubungan seksual, penis yang telah ereksi dimasukkan ke dalam vagina dan salah satu partner atau keduanya menggerakkan pahanya untuk membuat penis bergerak maju dan mundur di dalam vagina dan menghasilkan gesekan, tanpa sama sekali mengeluarkan penis secara penuh. Dengan demikian, mereka merangsang diri sendiri maupun partnernya hingga orgasme dan ejakulasi diperoleh. Penetrasi dengan penis juga dikenal dengan intromission atau dengan nama Latin immissio penis.

Istilah Penetrasi digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana alat kelamin pria dimasukkan ke dalam vagina. Hal ini tidak selamanya menjadi ritual yang wajib untuk mencapai kesenangan dan kenikmatan dalam berhubungan seks. Aktivitas seks tanpa melakukan penetrasi biasanya dilakoni oleh kaum remaja.

Selain perubahan fisik, wanita yang sedang hamil biasanya memiliki perubahan kebutuhan akan perhatian dan keintiman dalam hubungan dengan pasangannya. Dari sisi emosianal, wanita hamil lebih sensitif, dan keintiman sudah bisa mereka rasakan lewat sentuhan atau sekedar bicara berdua dengan pasangan di tempat tidur sambil berpegangan tangan, meski begitu hubungan seks sama sekali tidak dilarang selama masa kehamilan.

Posisi hubungan seksual yang baik selama kehamilan adalah sebagai berikut :
Posisi menyamping 
Di usia kehamilan pertengahan, berhubungan seks dengan cara menyamping berhadapan mungkin cocok untuk ibu hamil.

Posisi di atas dan kaki mengapit
Posisi di atas suami dengan kaki mengapitnya memungkinkan ibu hamil mengontrol kedalaman dan sudut penetrasi sesuai dengan yang suami inginkan. Posisi ini juga meniadakan tekanan terhadap perut ibu hamil.

Posisi wanita di atas
Posisi ini paling nyaman untuk banyak ibu hamil terutama karena wanita hamil dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

Posisi duduk
Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut dimana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan wanita duduk diatasnya saling berhadapan atau membelakangi yang pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi.

Posisi laki-laki di atas dan wanita berbaring 
Hanya separuh tubuh, posisi ini cukup aman asal suami dapat mengontrol diri, sehingga tubuhnya tetap tidak menekan perut istri.

Hanya beberapa posisi yang harus dihindari selama kehamilan. Salah satu contoh yang jelas adalah menghindari beban berat, tekanan langsung pada uterus yang membesar, saat berhubungan seksual. Pada posting selanjutnya kami juga akan membahas tentang beberapa hal yang harus dihindari ibu hamil ketika berhubungan seks

Artikel Terkait Lainnya

Pengertian Ibu Post Partum

Mungkin sebagian dari kita tidak mengetahui apa sebenarnya pengertian ibu post partum. Beranjak dari fenomenologi seperti itu maka saya akan mencoba membahas tentang ibu post partum secara teoritis yang diambil dari berbagai sumber.
Pengertian ibu post partum, Masa setelah bersalin, ibu post partum, perawatan post partum, persalinan, kehamilan, wanita, fisiologis

Pengertian Ibu Post Partum Menurut Saleha
"Ibu post partum adalah adalah ibu yang memasuki masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu"

Pengertian Ibu Post Partum Menurut Prawirohardjo
"Ibu post partum sebaiknya paling sedikit melakukan 4 kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah–masalah yang terjadi. Dimana hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik, melaksanakan skirining yang komperhensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya, memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat, serta memberikan pelayanan keluarga berencana" 

Demikian pengertian ibu post partum menurut kedua ahli kesehatan yang dapat saya posting kali ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya

Artikel Terkait Lainnya
Cara merawat payudara agar ASI banyak
Senam Hamil Untuk Mempermudah Persalinan
Perkembangan Kondisi Janin Dalam  Kandungan Ibu
Kanker Rahim dan Kanker Payudara
Fakta Unik Tentang Rahim Yang Jarang Diketahui
Inilah Ciri-ciri Sperma Yang Subur
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com